Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Publikasi Online

Highlight

PHLS
MKRPL
Katam
UPBS
300 Inovasitektan
e_produk

Polling

Bermanfaatkah website kami?
 

Tamu online

Terdapat 2 Tamu online
Bisnis Penangkaran Bibit Lada Unggul UP-FMA Aopa Binaan BPTP Sultra PDF Cetak E-mail
Info Aktual
Oleh Agussalim   
Jumat, 25 Maret 2011 07:00
Pada tanggal 2 Maret 2011 Ketua UP-FMA AOPA Muh. Ridwan, menyelenggarakan pelatihan penangkaran bibit lada unggul di desa Aopa, Kecamatan Motaha Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan ini difasilitasi oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara, BP4K (Riwayanto), Kepala Desa dan 23 orang dari kelompok UP-FMA AOPA.
Ir. Agussalim, MP selaku narasumber menyampaikan bahwa Teknologi Penangkaran lada dimulai dari pemilihan varietas. Pemilihan varietas lada sangat penting untuk mencapai produksi yang optimal. Oleh karena itu, penangkaran di Aopa ini perlu mengintroduksi varietas lada unggul disamping lada lokal yang sudah lama diusahakan oleh petani. Hasil musyawarah anggota kelompok disepakati bahwa varietas yang perlu diintroduksi dan ditangkarkan adalah Natar 1 & 2, Petaling 1 & 2; LDK, Chunuk. Untuk mendapatkan varietas tersebut, BPTP dapat memfasilitasi untuk mendapatkan stek lada tersebut. BPTP Sulawesi Tenggara memesan stek tersebut melalui UPBS Balai Penelitian Tanaman Industi di Sukabumi, Jawa Barat. Selanjutnya Ketua UP-FMA AOPA Muh. Ridwan, menyampaikan bahwa bibit ini akan dikembangkan terus oleh UP-FMA AOPA sampai mencapai puluhan ribu bibit atau sampai pada skala usaha yang layak untuk pembibitan lada. Pada pembibitan ini, jaga diberikan Trichoderma sp., untuk mengantisipasi serangan penyakit busuk pangkal batang lada.
Pembiakan Trichoderma sp sudah dikuasai oleh kelompok UP-FMA AOPA atas pembelajaran yang diberikan BPTP Sulawesi Tenggara. Bahan untuk pembiakan Trichoderma sp., adalah Starter Trichoderma sp, serbuk gergaji, alang-alang, dedak, minyak tanah, air, kompor, panci, sendok, ember, baskom, karung plastic, kain saring, jet sprayer, dan kaos tangan.

Cara pembiakan Trichoderma sp
  • Menyiapkan media berupa alang-alang, dedak, serbuk gergaji, dengan perbandingan 1:1:1.
  • Serbuk gergaji dan alang-alang direndam selama 24 jam kemudian ditiriskan, untuk mengurangi kelembaban tinggi biasanya dilakukan dengan pemerasan.
  • Serbuk gergaji dan alang-alang yang telah ditiriskan kemudian dicampur dengan dedak hingga kadar air mencapai 65%, jika agak kering dapat ditambah air hingga mencapai kelembaban yang diinginkan.
  • Masukkan media substrak yang telah jadi kedalam kantong plastic/karung plastic lalu disterilkan (kukus) dengan menggunakan dandang selama 2 jam setelah air mendidih.
  • Media yang telah disterilkan siap untuk diinokulasi dengan biakan murni cendawan Trichoderma sp.
  • Campur secara merata bibit dengan media. 
  • Inokulasi dilakukan dalam keadaan steril untuk menghindari terjadinya kontaminasi.
  • Hasil inokulasi media disimpan dalam suhu kamar selama 7-14 hari
  • Trichoderma sp siap pakai apabila warna berubah menjadi hijau tua.

Cara aplikasi Trichoderma sp pada pembibitan
Sebelum tanah dimasukkan kedalam polibeg, terlebih dahulu tanah dicampur dgn Trichoderma sp, kurang lebih 2 sendok makan/polibeg. Harapan ketua UP-FMA AOPA adalah penangkaran ini dapat menyediakan bibit lada unggul untuk pengembangan lada di Konawe Selatan khususnya dan Sulawesi Tenggara pada umumnya.
LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com